14 Tahun Tidak Pernah Beroperasi, Anak Perusahaan PTBA Ditutup – KetikKetik

PT Bukit Asam Tbk (PTBA) memutuskan menutup dan melikuidasi anak usahanya, PT Bukit Energi Metana, karena sudah 14 tahun tidak beroperasi secara komersial.

Berdasarkan keterbukaan informasi yang disampaikan Bukit Asam kepada Bursa Efek Indonesia, dijelaskan bahwa kegiatan usaha Bukit Energi Methane adalah penambangan gas metan batubara. Namun, sejak didirikan tahun 2007 hingga saat ini Bukit Energi Methane belum beroperasi secara komersial.

“Penutupan itu dilakukan sehubungan dengan rencana restrukturisasi grup perseroan agar bisa menjadi perusahaan yang gesit,” kata Sekretaris Perusahaan Bukit Asam Apollonius Andwie dalam keterbukaan informasi, Selasa (4/5).

Investasi Bukit Asam di Bukit Energi Methane dengan kepemilikan saham langsung 99,99% senilai Rp 749,9 juta. Memperhatikan ekuitas pada tanggal 31 Maret 2021 yang tercatat sebesar Rp. 17,57 miliar, penutupan Bukit Energi Metana tidak termasuk dalam transaksi material.

READ  Sarinah Ajak Dufry Dirikan 100 Toko Bebas Bea Hadir Produk UMKM RI - KetikKetik

“Penutupan tersebut tidak akan berdampak pada Bukit Asam, mengingat Bukit Energi Methane belum beroperasi secara komersial sejak didirikan,” tambah Apollonius.

Total aset Bukit Energi Methane per 31 Maret 2021 tercatat sebesar Rp 51,12 juta. Oleh karena itu, setelah penutupan, Bukit Asam akan menghentikan pengakuan aset, termasuk goodwill dan kewajiban sebesar nilai tercatatnya.

Jumlah yang sebelumnya diakui dalam pendapatan komprehensif lain juga direklasifikasi ke laba rugi dan pendapatan komprehensif lain, atau dialihkan langsung ke saldo laba dan sisa investasi sebelumnya diakui pada nilai wajar.

Selisih antara nilai tercatat investasi yang ditahan pada tanggal hilangnya pengendalian dan nilai wajarnya diakui dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain.

READ  Berhadiah Ratusan Miliar Rupiah, Dota 2 Internasional Siap Digelar - KetikKetik

Berdasarkan laporan keuangan kuartal I 2021, total aset Bukit Asam mencapai Rp 24,52 triliun, naik dari Rp 24,05 triliun pada Desember 2021. Sementara, total liabilitas Bukit Asam tercatat Rp 6,96 triliun atau turun dari Rp 7,11 triliun. triliun.

Selama tiga bulan pertama tahun ini, Bukit Asam mengantongi laba bersih Rp. 500,51 miliar. Nilai ini turun menjadi 44,59% dibandingkan periode yang sama tahun lalu senilai Rp 903,24 miliar.

Salah satu penyebabnya adalah pendapatan Bukit Asam yang hanya Rp 3,99 triliun pada kuartal I 2021. Pendapatan perusahaan pelat merah ini turun 22,02% dibanding periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 5,12 triliun.

Source ketiksuara

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *