Grab Andalkan 2 Layanan yang Menargetkan Indonesia Tengah & Timur Tahun Ini – KetikKetik

Memulai penyedia jasa sesuai permintaan, Grab akan menyasar Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) di Indonesia Tengah dan Timur. Decacorn Singapura juga mengandalkan GrabKios dan GrabExpress untuk ekspansi.

Managing Director Grab Indonesia Neneng Goenadi mengatakan tahun ini perseroan fokus pada inklusi di Indonesia. Oleh karena itu, decacorn akan menyasar daerah yang belum tersentuh di Indonesia Tengah dan Timur seperti Baubau, Sulawesi Tenggara atau Polewali Mandar, Sulawesi Barat.

Di kuartal pertama, Grab telah berekspansi ke 24 kota baru yang sebagian besar merupakan kota-kota kecil di Indonesia Timur.

Neneng mengatakan, Grab mengandalkan layanan seperti GrabKios untuk menyasar pasar ini. “Hal ini disebabkan karena sebaran geografis, serta perbedaan budaya dan demografi di berbagai kota. Aagen GrabKios dapat mendorong adopsi layanan digital dan keuangan,” ucapnya seperti dikutip Antara. KrAsia, Selasa (4/5).

READ  Pekerja Demonstrasi, Pan Brothers Akui Cicilan THR Karena Minimnya Modal - KetikKetik

Grab mencari lebih banyak UMKM skala mikro atau warung untuk menggunakan GrabKios. Hingga saat ini, perusahaan memiliki lebih dari dua juta agen GrabKios.

Layanan ini memungkinkan pemilik toko menawarkan produk digital, antara lain pembayaran listrik, asuransi, top up credit, tagihan hingga tabungan emas.

Hasil riset Euromonitor International 2018 menunjukkan bahwa mayoritas masyarakat Indonesia, India, dan Filipina berbelanja di toko grosir. Dari total nilai pasar ritel sebesar US $ 521 miliar, sebanyak US $ 479,3 miliar atau 92% di antaranya merupakan transaksi di toko-toko.

Selain GrabKios, Grab mengandalkan layanan logistik GrabExpress. “Kami juga akan mengizinkan lebih banyak UMKM untuk memanfaatkannya peron dan jaringan logistik untuk menjangkau konsumen, “kata Neneng.

READ  Progres Jalan Tol Serang Panimbang 95 Persen, Juni Uji Coba

Ia mengatakan bahwa GrabExpress akan memiliki fitur-fitur baru yang ditujukan untuk pengiriman jarak jauh. “Kami sangat menyadarinya penjual sosial menggunakan GrabExpress untuk mengantarkan produk ke konsumen, “ujarnya.

Pada April tahun lalu, Grab berhasil mencatatkan peningkatan transaksi GrabExpress hingga 40%. Hal tersebut didorong oleh tingginya permintaan dari pengiriman makanan dan minuman, serta kebutuhan pokok.

GrabKios dan GrabExpress juga dilengkapi dengan fasilitas keuangan Grab. Seperti diketahui, decacorn itu berinvestasi di perusahaan teknologi keuangan (fintech) Pembayaran LinkAja. Sasarannya, menargetkan tingkat kota (tingkat) dua sampai empat.

Grab juga berinvestasi di OVO. “Indonesia sangat luas, dan uang tunai masih menjadi raja. Jika Anda benar-benar ingin mempercepat Indonesia, pergilah ke masyarakat tanpa uang tunai, ekosistem fintech yang terbuka perlu dibina, ”kata Neneng.

READ  Al Aqsa Pikirkan Nama Teroris, Instagram dan Facebook Hapus Konten Palestina - KetikKetik

Source ketiksuara

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *