Ethereum Creator Jadi Miliarder, Ini Penyebab Harganya Terus Meningkat – KetikKetik

Cryptocurrency Ethereum atau Ether menjadi sorotan karena harganya yang terus meningkat. Kenaikan harga yang cepat ini membuat pencipta mata uang ini, Vitalik Buterin (27) seorang miliarder.

Berdasarkan laporan Forbes, Buterin memiliki 333.520 koin ethereum. Dengan jumlah koin tersebut, kekayaan Buterin diperkirakan sekitar US $ 1,1 miliar atau sekitar Rp 15,86 triliun.

Koin dengan kode ETH pada Rabu (5/5) kembali menyentuh rekor tertinggi US $ 3.523 per koin atau sekitar Rp. 50.821 juta per chip. Mengutip laman coinmarketcap.com, pada pukul 10.35 WIB pergerakan harga Ether mencatatkan kenaikan sebesar 1,12% dengan volume perdagangan naik 11,16% dalam 24 jam ke level US $ 3.289 per eth.

Ether saat ini merupakan pemegang pangsa pasar terbesar kedua setelah Bitcoin, dengan dominasi kapitalisasi pasar cryptocurrency dunia sebesar 16,89%.
Posisi pertama ditempati oleh Bitcoin dengan 45,78% pangsa pasar cryptocurrency global.

Minat masyarakat Indonesia terhadap Ethereum semakin menunjukkan peningkatan. COO Tokocrypto Teguh Kurniawan Harmanda menyatakan bahwa ETH merupakan salah satu aset crypto favorit yang diperdagangkan di Tokocrypto setelah Bitcoin.

READ  Varian Baru Covid-19 Sudah Masuk Jawa Timur, Menkes Minta Tes Digenjot - KetikKetik

Pertumbuhan transaksi ETH di Tokocrypto per April 2021 mencapai sekitar US $ 25 juta (sekitar Rp 360 miliar) atau naik 1.437,5% dibandingkan Desember 2020 yang hanya sekitar US $ 2 juta. Lonjakan peningkatan ini juga didukung oleh menjamurnya proyek-proyek kripto yang dibangun di atasnya kontrak pintar Ethereum.

Salah satunya adalah penggunaan Ethereum dalam sistem token yang tidak dapat dipertukarkan atau NFT. NFT merupakan sistem teknologi blockchain yang berfungsi sebagai sertifikat keaslian digital yang akan menjamin kepemilikan resmi pihak-pihak yang memiliki berbagai karya virtual seperti foto, video, animasi dan lain sebagainya melalui teknologi blockchain.

“Non-fungible token (NFT) juga diserbu oleh banyak orang penting, mulai dari CEO, artis hingga atlet, hype di luar sana juga mulai merambah ke Indonesia. Penggunaan non-fungible auction system (NFT) juga menggunakan jaringan Ethereum dan menggunakan crypto-nya, “kata Harmanda kepada Ketikketik.co.id, Selasa (4/5).

Harmanda menjelaskan, banyak orang menggunakan Ethereum untuk menjalankan DApps atau Aplikasi Pertukaran Terdesentralisasi dengan tujuan memotong perantara di industri. DApps ini mengandalkan kontrak pintar dan Ethereum adalah pelopor kontrak pintar dan yang terbesar di blockchain.

READ  Kasus Covid-19 Bisa Melonjak 80 Persen Usai Lebaran, Ruang Isolasi RS Aman?

“Yang bisa dinikmati dari DApps sendiri, seperti pinjaman langsung yang menghasilkan bunga, pembayaran langsung, streaming lagu yang royalti diterima langsung oleh artis yang bersangkutan, bukan ke platform streaming atau label rekaman, lelang seni tanpa juru lelang, pasar NFT. , hingga game online., “ujarnya.

Selain itu, Harmanda membeberkan banyak alasan dibalik kenaikan harga Ethereum. Pertama, harga Ethereum dan sebagian besar aset kripto utama di pasar mengikuti harga Bitcoin yang naik dan turun.

Ethereum sudah bertahun-tahun di belakang Bitcoin dalam segala hal kecuali harga dan ketenaran. Baru-baru ini, ketenaran Ethereum telah meningkat, karena Bank Investasi Eropa mengeluarkan penjualan obligasi digital pertamanya di jaringan blockchain Ethereum. Bloomberg melaporkan bahwa penjualan tersebut akan dipimpin oleh Goldman Sachs, Banco Santander dan Societe Generale.

Lonjakan transaksi Ethereum dalam beberapa bulan terakhir juga memicu lonjakan minat dari investor institusi besar. Plus, pasokan Ethereum telah menurun di tengah meningkatnya permintaan dan bisnis telah berinvestasi di startup yang berputar di sekitar Ethereum, termasuk nama-nama besar seperti Mastercard, UBS, dan JPMorgan.

READ  Kapasitas Pembangkit Listrik EBT Global Meningkat 280 GW Sepanjang 2020 - KetikKetik

Berkaca pada kondisi saat ini, ia optimistis 2021 akan menjadi tahun yang tepat bagi Ether. “Saya sendiri cenderung hanya berkutat pada BTC dan Ether, karena kedua cryptocurrency tersebut masih yang terkuat dan paling likuid saat ini,” ujarnya.

Sementara itu, Co-founder CryptoWatch Christopher Tahir menilai potensi harga Ether ke level US $ 6.000 per eth masih cukup terbuka. Harapannya adalah dengan mengupgrade jaringan Ethereum ke Ethereum 2.0 menggunakan algoritma konsensus Proof of Stake, biaya transaksi di masa depan dapat dikurangi.

Selain itu, proses transaksi diperkirakan akan lebih cepat dengan skalabilitas ekosistem yang dipercepat. “Dengan begitu Ether akan berakselerasi lebih jauh,” kata Chris.

Chris percaya bahwa tidak banyak institusi yang berinvestasi dalam uang kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar kedua di dunia. “Saya melihat ETH digunakan sebagai tempat diversifikasi mengingat likuiditasnya yang tinggi,” ujarnya.

Source ketiksuara

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *