Sengketa Saham Hotel Sari Pacific Sarinah-Parna Berakhir Damai – KetikKetik

Sengketa hukum antara PT Sarinah (Persero) dan PT Parna Raya terkait kepemilikan saham PT Sariarthamas Hotel International (SHI), pengelola Hotel Sari Pacific yang berlangsung sejak 2007, akhirnya berakhir dengan damai.

Kedua belah pihak mengakhiri perselisihan dan upaya hukum dilakukan sesuai dengan Keputusan Peninjauan Kembali (PK), Keputusan Perdata Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) dan Keputusan Tata Usaha Negara mengenai komposisi kepemilikan saham Sarinah dan Parna Raya di perusahaan.

Berdasarkan perjanjian damai, Sarinah dan Parna Raya sepakat untuk memiliki 3.750 saham atau setara dengan 50% -50% saham Sari Arthamas. Kedua pihak juga sepakat bahwa kewajiban inbreng Sarinah berupa penyerahan tanah kepada Perseroan seluas 2.280 m2 akan dikesampingkan.

READ  Canalys: 37,1 juta smartphone dikirim di India selama kuartal pertama 2021 | Ketikketik

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mendukung keputusan perdamaian kedua pihak karena kondisi ini membantu kemajuan PT Sarinah ke depan.

“Saya ingin semua permasalahan di BUMN diselesaikan dengan sebaik-baiknya. Ini sebagai bentuk komitmen Kementerian BUMN untuk membangun ekosistem yang sehat antara BUMN dan swasta. Kerja sama Sarinah dan Parna Raya sudah terjalin sejak 2007, antara lain. Tentunya kami berharap pengelolaan Hotel Saripan Pacific dapat ditingkatkan secara profesional, ”kata Erick dalam keterangan tertulisnya, Rabu (4/5).

Selanjutnya berdasarkan kesepakatan, kedua pihak juga sepakat untuk memberikan hak pengelolaan dan pengoperasian hotel kepada PT Parna Jaya selama 15 tahun terhitung sejak tanggal penandatanganan kesepakatan.

READ  Video tersebut menunjukkan stress test yang parah dari vivo X60 Pro + | Ketikketik

“Sebagai salah satu hotel legendaris di pusat kota Jakarta yang mulai beroperasi sejak tahun 1976, Hotel Sari Pacific memiliki potensi yang besar dengan kombinasi fasilitas terbaik dan lokasi yang strategis,” ujar Erick.

Berdasarkan kronologisnya, Sarinah masuk sebagai pemegang saham SHI yang sebelumnya bernama PT Sarinitokyu Hotel Corporation. Hal ini disepakati berdasarkan perjanjian usaha patungan yang dituangkan dalam perjanjian dasar pada tanggal 30 September 1970.

Dalam perkembangannya, Parna Raya juga bergabung sebagai pemegang saham SHI di PT Sarinah pada tahun 2007. Hal tersebut dilakukan dengan mengambil alih saham yang dimiliki oleh PT. Semesata Development Consulting, Tokyo Corporation dan saham Sojitz Corporation.

READ  Kapolres Enrekang Tegur Keras Pengelola Wisata karena Tak Terapkan Prokes Ketat

PT Sarinah dan PT Parna Raya kemudian membuat perjanjian kerjasama pada 25 Juli 2007 yang kemudian menimbulkan masalah.

Source ketiksuara

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *