✅ Subsidi Gaji BPJS Ketenagakerjaan BLT Akan Dikembalikan Cair, Cek Disini Jadwal dan Cara Daftarnya! – KetikKetik

[ad_1]

Program Bantuan yang dijalankan oleh Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia (KEMNAKER) akan segera dicairkan kembali melalui BPJS Ketenagakerjaan, artinya BLT Subsidi Gaji atau Bantuan Subsidi Upah (BSU) akan segera disalurkan di tengah tahun ini.

Bagi yang belum pernah menerima Bantuan Subsidi Upah (BSU) dari BPJS Ketenagakerjaan bisa langsung mengikuti cara daftar yang tertulis di bagian bawah artikel ini, namun harus mengetahui terlebih dahulu persyaratannya.

Subsidi Gaji BLT Lebih Cair

Subsidi Gaji BLT BPJS Ketenagakerjaan

Aswansyah yang merupakan Direktur Jenderal Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan Kementerian Ketenagakerjaan memberikan pernyataan bahwa pihaknya saat ini telah mengajukan program. BLT Subsidi Gaji agar bisa diuangkan kembali.

Aswansyah membocorkan paling awal jadwal pencairan subsidi gaji BLT yang akan dilaksanakan pada Juni 2021, jika program tersebut disetujui oleh pemerintah pusat.

See also  Dirilis Snapdragon 778G, Honor 50 akan menjadi smartphone pertama yang menggunakannya - KetikKetik

Jadi, sebelum mendaftar sebagai calon penerima bantuan bersubsidi upah dari BPJS Ketenagakerjaan, pekerja harus memastikan bahwa mereka memenuhi persyaratan untuk dapat mengikuti BSU BPJS Ketenagakerjaan.

Perlu dicatat bahwa Program Bantuan Subsidi Upah / Gaji dari BPSJ Ketenagakerjaan telah berjalan sejak tahun 2020 untuk membantu pekerja yang terkena pandemi global dengan bantuan subsidi gaji nominal sebesar Rp2,4 juta.

Kini, karena wabah yang belum mereda sementara masih banyak pekerja terdampak yang belum mendapat bantuan, BSU ini kembali diusulkan untuk dicairkan tahun ini.

Persyaratan Daftar Subsidi Upah BPJS Ketenagakerjaan

Berikut ini adalah syarat mendapatkan BLT Bersubsidi Gaji atau BSU BPJS Ketenagakerjaan:

  1. Warga Negara Indonesia Asli yang memiliki Nomor Induk Kependudukan (EKTP)
  2. Pekerja harus terdaftar sebagai peserta jaminan sosial pekerja yang masih aktif di BPJS Ketenagakerjaan yang dibuktikan dengan nomor kartu kepesertaan.
  3. Peserta yang membayar iuran dengan besaran iuran dihitung berdasarkan upah dibawah Rp 5 juta sesuai upah yang dilaporkan ke BPJS Ketenagakerjaan.
  4. Pekerja atau Buruh penerima Upah.
  5. Memiliki rekening bank yang aktif.
  6. Harus terdaftar dan masih aktif sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan.
See also  Ssst… Masih rahasia, ada yang baru dari Realme, Awalnya huruf D - KetikKetik
[ad_2] Source ketiktekno

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *