21.4 C
Indonesia
Tuesday, August 9, 2022
spot_img

Bidik Ritel, Perbankan Intensif Tawarkan Produk Investasi Lewat Aplikasi


ILUSTRASI. Nasabah BCA bertransaksi menggunakan aplikasi Wealth Management (WELMA).

Reporter: Ferrika Sari | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Sejumlah bank mengandalkan layanan digital untuk menawarkan produk investasi kepada nasabah, terutama di segmen ritel. Salah satunya melalui aplikasi untuk memenuhi kebutuhan pelanggan.

PT Bank Central Asia Tbk, misalnya, memiliki Wealth Management (Welma) BCA yang merupakan aplikasi investasi bagi nasabah BCA. Aplikasi ini menawarkan produk seperti reksa dana, obligasi, dan asuransi.

Vice President Secretariat & Corporate Communication BCA Hera F Haryn mengatakan, transaksi melalui Welma BCA mencapai Rp. 12,9 triliun pada April 2022. Nilai tersebut meningkat 43% dibandingkan realisasi Desember 2021.

“Produk yang paling diminati adalah obligasi, terutama obligasi perdana (IPO),” kata Hera, Selasa (24/5).

Kedepannya, bank swasta terbesar di Indonesia ini akan selalu memberikan solusi sesuai kebutuhan nasabah dan memberikan kemudahan bagi nasabah dalam melakukan transaksi investasi secara tepat.

Baca juga: Bank Mandiri Targetkan Pertumbuhan Bisnis Wealth Management 8 Kali lipat pada 2024

Tak mau kalah, PT Bank Mandiri Tbk terus menambah fitur baru pada Super App Livin’ by Mandiri. Baru-baru ini, Bank Mandiri merilis fitur investasi Livin’ Investasi yang menawarkan kemudahan berinvestasi di reksa dana.

Wakil Presiden Direktur Bank Mandiri Alexandra Askandar optimis dengan hadirnya fitur ini dapat meningkatkan pertumbuhan bisnis Wealth Management khususnya dari sisi investor ritel.

Saat ini jumlah nasabah yang dikelola oleh Wealth Management Bank Mandiri telah mencapai 127.000 nasabah dan diperkirakan akan tumbuh lebih dari delapan kali lipat pada tahun 2024, ujarnya.

Bahkan, sejak diluncurkan pada Oktober 2021, Livin’ by Mandiri telah menjadi produk utama Bank Mandiri untuk segmen ritel yang menawarkan berbagai keunggulan seperti layanan keuangan yang terintegrasi dalam satu aplikasi, serta menjadi platform ekosistem digital favorit nasabah.

Hal ini tercermin dari jumlah transaksi Livin’ by Mandiri yang mampu mencapai 600 juta transaksi pada April 2022. Jumlah ini tumbuh lebih dari 70% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Gerakan digitalisasi yang dilakukan Bank Mandiri juga berdampak positif terhadap peningkatan Livin’ oleh pengguna Mandiri. Saat ini, Super App andalan perusahaan telah mencatat hampir 12 juta unduhan sejak diluncurkan pada Oktober 2021 atau telah tumbuh tiga kali lipat.

Baca juga: Finger Capital, Beli Reksa Dana di Fitur Livin’ Investasi mulai dari Rp100.000

Jauh sebelum itu, PT Bank DBS Indonesia mengajukan permohonan digibank by DBS untuk memenuhi kebutuhan investasi nasabah.

Direktur Consumer Banking Group PT Bank DBS Indonesia Rudy Tandjung mengatakan, nasabah juga berinvestasi untuk mengembangkan keuangannya.

“Ada berbagai fitur yang memudahkan nasabah melakukan transaksi perbankan dengan mudah, nyaman, dan aman sesuai dengan prinsip kami yaitu ‘Live More Bank Less’,” jelasnya.

Berdasarkan situs resmi DBS Indonesia, aplikasi digibank by DBS menyediakan investasi mulai dari Rp100.000 dengan berbagai pilihan produk investasi seperti reksa dana, deposito rupiah, deposito valas, rekening valas, obligasi pasar primer dan sekunder.

Periksa Berita dan Artikel lainnya di Google Berita

DONASI, Dapatkan Voucher Gratis!

Dukungan Anda akan meningkatkan semangat kami untuk memberikan artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terima kasih atas perhatian Anda, ada voucher gratis senilai donasi yang dapat digunakan untuk berbelanja di Toko KONTAN.



Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Stay Connected

0FansLike
3,429FollowersFollow
0SubscribersSubscribe
- Advertisement -spot_img

Latest Articles