23.4 C
Indonesia
Sunday, July 3, 2022
spot_img

Rilis Aplikasi AYO SRC Dukung Digitalisasi UMKM Papua


Jakarta (ANTARA) – PT HM Sampoerna Tbk. (Sampoerna), melalui komunitas toko kelontong tradisional Sampoerna Retail Community (SRC), merilis aplikasi AYO SRC di Pulau Papua sebagai bagian dari komitmen Sampoerna untuk mendorong pertumbuhan ekonomi melalui digitalisasi bagi UMKM.

Bekerja sama dengan Kementerian Perdagangan, Tim Staf Khusus Presiden Republik Indonesia dan Kitong Bisa Foundation, Sampoerna menyelenggarakan Pelatihan UMKM bagi Pengusaha Muda Lokal di Jayapura.

Melalui pelatihan dan dukungan digitalisasi dari Sampoerna, para pemilik toko kelontong di Papua diharapkan dapat mengembangkan usahanya, baik dari sisi produk maupun akses pasar dengan memanfaatkan inovasi dan teknologi di bidang pelayanan, stok barang, dan lain-lain.

“Melalui kerjasama Sampoerna dengan Kementerian Perdagangan dan Kitong Bisa Foundation, hari ini kami resmi memperkenalkan aplikasi AYO SRC di Tanah Papua. Kami percaya ekosistem AYO SRC sebagai pengembangan ekonomi digital merupakan salah satu upaya untuk mendorong pertumbuhan UMKM di Papua,” kata Head of Zone Indonesia Timur Sampoerna, Subur dalam keterangan resmi, Selasa.

Baca juga: Transaksi nirsentuh di jalan tol dinilai implementasi transformasi digital G20

Baca juga: Kebutuhan Talenta Meningkat Seiring Transformasi Digital Nasional

Saat ini terdapat 400 toko kelontong di Papua yang tergabung dalam jaringan SRC, sebagian besar berada di Jayapura dan Sorong. Subur berharap, bersama SRC, toko kelontong tradisional mampu beradaptasi dengan perubahan zaman, terutama di era transformasi digital.

“Setiap daerah memiliki ciri khas produk UMKM yang berbeda dengan daerah lain, begitu juga dengan produk dari Papua. Papua memiliki potensi besar untuk memainkan peran strategis dalam perekonomian nasional. Untuk mendukung pemerintah mendorong pertumbuhan ekonomi di Papua, diperlukan kerjasama antar pihak. Oleh karena itu, kami ingin mengambil peran dalam pengembangan pelaku UMKM di sini, khususnya toko kelontong,” kata Subur.

Dalam beberapa tahun terakhir, SRC telah aktif mempromosikan digitalisasi lebih dari 160.000 toko kelontong binaan di seluruh Indonesia melalui aplikasi AYO SRC. Aplikasi ini merupakan ekosistem digital yang menghubungkan produsen, grosir, pengecer, dan konsumen. Selain itu, AYO SRC juga menyediakan berbagai layanan lain untuk mendukung kegiatan bisnis di sektor ritel.

Sejak dibentuk pada tahun 2008, SRC kini telah berkembang sangat pesat di 34 provinsi di seluruh Indonesia. Toko kelontong anggota SRC tersebar dari Sabang sampai Merauke, dan dari barat hingga timur jauh.

Setelah bergabung dengan jaringan SRC, toko kelontong tersebut disebut-sebut mencatatkan peningkatan transaksi penjualan hingga 58 persen dan peningkatan omzet hingga 54 persen. Bahkan, sebanyak 84 persen pemilik toko SRC mendapatkan penghasilan utama dari SRC. Hal ini berdasarkan riset Kompas.com menggunakan angka berdasarkan harga berlaku di tahun 2019.

UMKM merupakan penopang pertumbuhan ekonomi Indonesia. Berdasarkan data Kementerian Koperasi dan UKM, sektor UMKM memberikan kontribusi lebih dari 61 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Digitalisasi menjadi salah satu kunci utama untuk mendorong pertumbuhan sektor ini yang memiliki kemampuan menyerap lebih dari 97 persen angkatan kerja atau sekitar 119,6 juta orang.

Keberhasilan transformasi digital UMKM di Indonesia merupakan tanggung jawab bersama. Tidak hanya pemerintah, tetapi semua pemangku kepentingan terkait. Sinergi antara pemerintah, swasta, asosiasi, perbankan, dan masyarakat diharapkan dapat mempercepat transformasi digital UMKM.

Digitalisasi UMKM tidak hanya bermanfaat untuk penjualan produk, tetapi juga memungkinkan UMKM untuk mengelola keuangan, memantau arus keuangan bisnis, dan memperoleh bahan baku secara online. Dengan begitu, digitalisasi berperan penting bagi berjalannya proses bisnis UMKM secara keseluruhan.

Baca juga: Menkominfo Sampaikan Transformasi Digital Indonesia di WEF 2022

Baca juga: BI Dukung Terciptanya Ekosistem Digital yang Komprehensif untuk UMKM

Baca juga: Menko Airlangga Temui CEO Qualcomm Bahas Potensi Digitalisasi Indonesia

Wartawan: Ida Nurcahyani
Redaktur: Alviansyah Pasaribu
HAK CIPTA © ANTARA 2022

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Stay Connected

0FansLike
3,376FollowersFollow
0SubscribersSubscribe
- Advertisement -spot_img

Latest Articles