Polemik Ujian Nasional, Pimpinan KPK Tunggu Penjelasan Komnas HAM – KetikKetik

[ad_1]

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mangkir dari panggilan Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) pada Selasa (8/6). Pj Juru Bicara KPK, Ali Fikri, mengatakan pimpinan ingin mendapat penjelasan terkait pemanggilan tersebut.

Menurutnya, hal ini penting agar KPK bisa menyampaikan data dan informasi sesuai dengan yang dibutuhkan dalam pemeriksaan. Para pimpinan menilai pelaksanaan Tes Wawasan Nasional sesuai dengan Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2019, Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2020, dan Peraturan KPK Nomor 1 Tahun 2021.

“KPK ingin memastikan dulu apa dugaan pelanggaran HAM terkait pemindahan TWK (Tes Wawasan Kebangsaan) pegawai KPK ke ASN,” kata Ali kepada wartawan, Rabu (9/6).

See also  Mesin Uang Euro 2020 - KetikKetik

Meski begitu, KPK tetap menghormati tugas pokok, fungsi, dan wewenang Komnas HAM. “Selanjutnya, kami menunggu balasan surat yang dikirimkan ke Komnas HAM pada 7 Juni 2021,” katanya.

Sebelumnya, anggota Komnas HAM Choirul Anam berharap Firli Bahuri dan pimpinan KPK bisa memberikan klarifikasi. Oleh karena itu, Komnas HAM akan memanggil kembali pimpinan KPK untuk memberikan penjelasan terkait pengaduan terkait tes wawasan kebangsaan tersebut.

“Dalam beberapa hari ke depan, kami akan mencoba menjadwal ulang pemanggilan kedua,” kata Anam saat konferensi pers di Kantor Komnas HAM, Jakarta, Selasa, seperti dikutip dari Antara.

Anam mengatakan, pemanggilan tersebut seharusnya merupakan upaya pimpinan KPK untuk menjelaskan dokumen bukti hingga pengaduan terkait TWK. Komnas HAM juga akan menempuh cara lain untuk mendapatkan penjelasan. “Dua kali (panggilan), cukup, itu maksimal,” kata Anam.

See also  Anggaran Kementerian ESDM Tahun 2022 Turun 14,5% Menjadi Rp 5 Triliun - KetikKetik

Sejak pekan lalu Komnas HAM telah mengirimkan 10 surat panggilan kepada lima pimpinan KPK. Mereka juga telah mendapat tanggapan tertulis dari KPK yang meminta penjelasan atas dugaan pelanggaran tersebut.

“Kami senang karena surat balasan dari KPK memahami dan menghormati tugas Komnas HAM. Jadi kita tinggal menjadwalkan lagi untuk mereka agar bisa memberikan informasi,” kata Choirul Anam.

“Komnas HAM belum menyimpulkan apa-apa, masih menggali informasi dan fakta,” kata Anam.

[ad_2] Source ketiksuara

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *