Staf Erick Thohir Soal Utang BUMN Rp. 5.000 T : Masih Aman

[ad_1]

Jakarta, KetikKetik —

Staf Menteri BUMN Arya Sinulingga menjelaskan masalahnya utang negara yang membengkak menjadi Rp. 5.000 triliun dan sering disalahpahami oleh masyarakat.

Hal itu diberikan karena total utang tidak dirinci dan dibedakan mana yang mendanai dan mana yang bukan pendanaan untuk BUMN.

Ia mengatakan, saat ini utang BUMN yang tercatat sebagai pendanaan (surat utang dan sebagainya) hanya berkisar Rp. 2.000 triliun. Sedangkan ekuitas BUMN tercatat Rp 2.500 triliun.

Dengan demikian, jika dibandingkan, posisi utang masih aman. Ini karena rasio dengan ekuitas masih di bawah 1,5 kali.

“Jadi kalau kita lihat debt ratio atau DER-nya berada di posisi 0,7 kali atau di bawah 1. Sedangkan kesehatan struktur utang, DER harus di bawah 1,5 kali sebelum dikatakan sehat. Ini masih 0,7, jadi masih sekitar setengah dari DER,” ujarnya dalam diskusi bertajuk BUMN, Apa Masalah dan Solusinya, Kamis (10/6).

See also  Antigen Bekas, Erick Pecat Direksi Kimia Farma Diagnostika

Di sisi lain, utang BUMN yang berasal dari non-pembiayaan masih di kisaran Rp3.100 triliun.

[Gambas:Video CNN]

Utang ini dapat berupa simpanan masyarakat di bank-bank BUMN yang sebenarnya tidak dapat dikategorikan sebagai utang penuh.

Namun jika dibandingkan dengan aset lancar BUMN yang mencapai sekitar Rp4.500 triliun, utang berupa simpanan masyarakat di bank tersebut masih dalam kategori aman.

“Jadi masih jauh. Selisihnya sekitar Rp 1.400 triliun, selisih antara aset lancar dan posisi utang. Secara kasar, kalau semua uang bank diambil, tapi tidak mungkin dan kita tidak duga, akan terjadi. tetap sehat.

(hrf/agt)




[ad_2]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *