Satgas Waspada Investasi Blokir 3.193 Pinjaman Online Ilegal – KetikKetik

[ad_1]

Satgas Waspada Investasi (SWI) memblokir 3.193 peron pinjaman on line atau pinjaman ilegal. Sebagian besar karena menggunakan data pribadi pelanggan untuk tujuan penagihan yang mengintimidasi.

“Kami telah memblokir 3.193 pinjaman on line liar. Jumlah ini sangat besar,” kata Ketua Satgas Tongam L Tobing saat konferensi pers di Yogyakarta, dikutip dari Antara, Kamis (10/6).

Satgas Waspada Investasi merupakan gabungan dari 13 lembaga dan instansi. Beberapa di antaranya adalah Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Kementerian Perdagangan, Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah, Kementerian Komunikasi dan Informatika, Kejaksaan Agung, dan Kementerian Negara. Polisi.

Tongam mengatakan bahwa tidak sedikit orang yang terjebak dalam pinjaman on line ilegal karena rata-rata persyaratannya mudah. Padahal, akibat penggunaan jasa pinjaman ilegal sangat berbahaya.

See also  Erick Thohir Sebut 98 Persen Nasabah Jiwasraya Setuju Restrukturisasi Polis

“Bunga yang dijanjikan hanya setengah persen, tapi realisasinya bisa 2% – 4% per hari. Yang paling berbahaya selalu meminta izin untuk mengakses semua data dan kontak di ponsel,” katanya.

Setelah memperoleh data pribadi, pemberi pinjaman sewaktu-waktu akan menggunakannya untuk mengintimidasi atau meneror nasabah yang tidak segera melunasi utangnya. Caranya, dengan menyebarkan foto atau data pribadi yang bersangkutan ke publik.

Ia juga mengimbau para korban untuk melapor ke polisi jika hal ini terjadi.

Meski begitu, dia mengatakan bahwa pinjaman on line resmi dapat digunakan. Layanan ini menjembatani kebutuhan dana masyarakat yang tidak dapat mengakses sektor jasa keuangan seperti perbankan.

Hingga saat ini, ada 55 juta nasabah yang menggunakan layanan pinjaman on line resmi dengan total luar biasa Rp18 triliun. “Kalau orang bilang tekfin menyedihkan, sebenarnya tidak. Yang menyakitkan adalah pinjaman ilegal,” katanya.

See also  Tingkatkan Kualitas BLK Komunitas, Kemenaker Siap Gelar Musyawarah Nasional

Salah satu korban pinjaman on line Hal ilegal yang sempat viral adalah seorang guru TK di Malang yang terlilit hutang dari 24 jam peron. Tongam mengatakan kasus ini harus menjadi pelajaran bagi orang untuk menggunakan tekfin resmi.

“Ini sangat berbahaya bagi masyarakat,” kata Tongam Ketikketik.co.id, bulan lalu (20/5). Sebab, aktivitas penagihan utang dengan pinjaman on line ilegal dilakukan secara tidak etis. Bahkan disertai teror, intimidasi atau pelecehan, seperti yang dialami guru TK tersebut.

[ad_2] Source ketiksuara

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *