Tunggakan Rp 442 Miliar, Kominfo Keluarkan Surat Peringatan Kedua ke Sampoerna Telecommunications – KetikKetik

[ad_1]

Ketikketik – Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) melayangkan surat teguran kedua kepada PT Sampoerna Telekomunikasi Indonesia karena tidak membayar Biaya Hak Penggunaan Spektrum Frekuensi Radio untuk Izin Pita Frekuensi Radio (BHP IPFR).

Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 5 Tahun 2021 tentang Perizinan Berusaha Berbasis Risiko, Kementerian Komunikasi dan Informatika telah menjatuhkan sanksi administratif kepada PT Sampoerna Telekomunikasi Indonesia (PT STI) sebagai pemegang Izin Penyelenggaraan Jaringan Bergerak Seluler yang tidak memenuhi kewajiban membayar Biaya Hak Penggunaan Spektrum (BHP). Frekuensi Radio untuk Izin Pita Frekuensi Radio (IPFR) tahun 2019 dan 2020,” kata Kominfo dalam keterangan pers, Jumat (6/11/2021).

Kominfo telah mengirimkan surat peringatan pertama kepada Sampoerna Telekomunikasi Indonesia pada 1 Mei lalu, namun hingga batas waktu yang ditentukan dalam surat pertama, yaitu 31 Mei, perusahaan belum melunasi kewajiban BHP IPFR.

See also  Diberhentikan karena mengira sedang mengendarai motor tanpa helm, ternyata ini yang asli - KetikKetik

Kominfo kemudian mengeluarkan surat peringatan kedua tertanggal 1 Juni, dengan batas waktu pelunasan kewajiban BHP IPFR pada 31 Juli. Total biaya yang belum dibayar Sampoerna Telekomunikasi Indonesia per 1 Juni adalah Rp 442 miliar, berupa pokok dan denda.

Baca juga:
Siaran TV Analog di Aceh Dihentikan 17 Agustus, Daerah Lain Menyusul

“Kami masih menunggu itikad baik PT STI untuk melunasi kewajiban pembayaran BHP IPFR,” kata Kominfo.

Jika sampai batas waktu yang ditentukan dalam surat peringatan kedua, Sampoerna Telekomunikasi belum melunasi kewajibannya, Kominfo akan menerbitkan surat peringatan ketiga pada 1 Agustus.

Surat peringatan ketiga disertai dengan penghentian sementara pengoperasian spektrum frekuensi radio.

Kemenkominfo mendesak PT STI segera melunasi kewajiban pembayaran pembayaran BHP Spektrum Frekuensi Radio untuk IPFR tahun 2019 dan 2020 sebagai bentuk tanggung jawab PT STI atas penggunaan Spektrum Frekuensi Radio yang bersifat terbatas. sumber daya alam dan bukti PT STI sebagai penyelenggara telekomunikasi yang patuh pada peraturan perundang-undangan,” kata Kominfo.

See also  Meminta video viral mobil untuk berbalik, bahkan mengutuk dan memukul petugas - KetikKetik

PT Sampoerna Telekomumunikasi Indonesia adalah pemegang izin Izin Penyelenggaraan Jaringan Bergerak Seluler pada pita frekuensi 450 MHz berdasarkan Keputusan Menteri Komunikasi dan Informatika Nomor 1660 Tahun 2016 tanggal 20 September 2016.

Baca juga:
ATVSI Minta Kominfo Tidak Matikan Siaran Analog 17 Agustus

Perusahaan memiliki izin penggunaan spektrum frekuensi radio pada rentang 450-457.5MHz yang dipasangkan dengan 460-467.5MHz. [Antara]



[ad_2] Source ketiksuara

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *