Cegah Kebakaran Hutan dan Lahan, KLHK Luncurkan Teknologi Modifikasi Cuaca

[ad_1]

KetikKetik – Kementerian Lingkungan Hidup (KLHK) resmi meluncurkan Weather Modification Technology (TMC) untuk mencegah kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). TMC merupakan upaya modifikasi cuaca dengan membuat hujan buatan pada saat kebakaran hutan dan lahan, sehingga diharapkan hujan yang turun dapat membantu memadamkan api.

Hujan buatan diciptakan dengan menginduksi awan potensial sehingga hujan membasahi lahan gambut, mengatasi kekeringan di wilayah tertentu, mengisi waduk, dan mengatasi kebakaran hutan dan lahan di wilayah yang luas.

Direktur Jenderal Pengendalian dan Perubahan Iklim Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Laksmi Dwanthi menjelaskan, TMC digunakan saat status siaga darurat di suatu provinsi ditetapkan. status Siaga Darurat suatu provinsi telah ditetapkan.

See also  Tidak Ada yang Bisa Bersembunyi!

“Pada tahun 2021 sudah ada empat provinsi yang menetapkan Status Siaga Darurat yaitu Provinsi Riau, Kalimantan Barat, Jambi dan Sumatera Selatan. Di provinsi-provinsi tersebut perlu segera ditingkatkan upaya pengendalian kebakaran hutan dan lahan agar kebakaran lahan dapat diatasi dengan cepat, kebakaran tidak meluas, dan bencana kabut asap tidak terjadi,” kata Laksmi. dalam keterangannya, Jumat (11/6/2021).

Baca juga:
Cegah Kebakaran Hutan dan Lahan, Teknologi Modifikasi Cuaca Mulai Beroperasi di Langit Sumatera Selatan

TMC ini merupakan bentuk sinergi Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan melalui Direktorat Pengendalian Perubahan Iklim (PPI) dengan Balai Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), TNI AU, BNPB, BMKG, dan mitra swasta. seperti PT Sinar Mas dan PT Riau Andalan Pulp and Paper.

See also  Mengetahui Tugas Gugus Tugas Percepatan Sosialisasi UU Hak Cipta

Dalam kesempatan ini, Laksmi menyampaikan terima kasih atas kerjasama yang baik dari para pihak selama ini, sehingga operasi TMC dapat dilakukan secara berkelanjutan dan menjadi salah satu langkah permanen dalam pengendalian kebakaran hutan dan lahan di Indonesia.

Menurut Laksmi, operasi TMC ini merupakan terobosan dalam rangka mitigasi kebakaran hutan dan lahan dengan memanfaatkan teknologi yang diharapkan bermanfaat dalam menjaga kebasahan lahan, khususnya lahan gambut untuk meminimalisir potensi kebakaran hutan dan lahan.

“Mari terus bersinergi dalam upaya pengendalian kebakaran hutan dan lahan agar langit biru tanpa kabut asap di negara kita tercinta ini,” kata Laksmi.

Laksmi menambahkan, KLHK terus gencar melakukan pendekatan kepada masyarakat melalui sosialisasi dan kampanye pencegahan kebakaran hutan dan lahan kepada masyarakat, patroli terpadu, patroli mandiri Manggala Agni, dan pemberdayaan masyarakat melalui Paralegal KKL dan tokoh masyarakat. Pengecekan titik api juga langsung dilakukan pada setiap titik api yang terpantau dan segera dilakukan pemadaman dini jika ditemukan adanya kebakaran hutan dan lahan oleh petugas di lapangan.

See also  Industri perkapalan dunia diprediksi gagal mencapai bebas karbon pada tahun 2050 - KetikKetik

Baca juga:
Menteri Siti Nurbaya Terima Penghargaan Kearsipan dari ANRI



[ad_2]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *