Pasar Khawatir Lonjakan Covid-19, IHSG Diprediksi Terus Melemah – KetikKetik

[ad_1]

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup turun 0,25% menjadi 6.080 pada Senin (14/6). Analis memperkirakan sinyal pelemahan akan berlanjut pada perdagangan Selasa (15/6).

Analis Artha Sekuritas Indonesia Dennies Christopher Jordan juga menilai pergerakan IHSG sudah hampir mencapai perlawanan kuat sehingga kisaran penguatan indeks sudah terbatas.

Pergerakan IHSG akan dibayangi kekhawatiran akibat jumlah kasus Covid-19 di Tanah Air yang mencapai 8.000 kasus per hari. “Investor juga akan memperhatikan data neraca perdagangan yang akan segera dirilis,” kata Dennis dalam penelitian tertulisnya.

Dennis memprediksi, area perlawanan IHSG hari ini berada di kisaran level 6.154 dan 6.124. Sedangkan daerah dukungt adalah antara 6.074 dan 6.054.

See also  PUPR Tengah Jajaki Pembangungan Kota Mandiri Tukang Indonesia di Desa Tajur

Beberapa saham yang menurut Dennies layak mendapat perhatian pelaku pasar saat ini antara lain PT Steel Pipe Industry of Indonesia Tbk (ISSP), PT Matahari Putra Prima Tbk (MPPA), dan PT Adaro Energy Tbk (ADRO).

Kepala Riset Reliance Sekuritas Indonesia Lanjar Nafi mengatakan IHSG hari ini berpotensi melemah. Berdasarkan analisa teknikal, area dukung dan perlawanan indeks berada pada level antara 6.050 dan 6.096.

Investor akan menunggu hasil KTT NATO dan Amerika Serikat yang berlangsung di Brussel serta data produksi industri AS. Selain itu, pasar juga memperhatikan harga produsen dan penjualan eceran.

“Dari dalam negeri, data aktivitas perdagangan Indonesia beserta data impor dan ekspor akan menjadi katalisator bagi perdagangan selanjutnya,” kata Lanjar.

See also  Permintaan tidak dapat dipenuhi

Saham-saham yang dapat diamati secara teknis antara lain PT Ace Hardware Indonesia Tbk (ACES), PT Alam Sutera Realty Tbk (ASRI), PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE), PT Jasa Marga Tbk (JSMR), PT Pakuwon Jati Tbk (PWON), dan PT Summarecon Agung Tbk (SMRA).

Sementara itu, Direktur Utama Indosurya Bersinar Sekuritas William Surya Wijaya mengatakan kisaran pergerakan indeks berada pada level 5.924 dan 6.123. Ia menjelaskan, pola pergerakan IHSG selama ini menunjukkan berada dalam kisaran konsolidasi yang wajar dengan peluang koreksi yang belum berakhir.

“Namun, menjelang rilis data ekonomi hari ini yaitu neraca perdagangan, diperkirakan masih dalam kondisi stabil yang juga akan memberikan sentimen terhadap pergerakan IHSG,” ujarnya.

See also  Jangan buang minyak goreng sembarangan

Menurut dia, ada beberapa saham yang menurutnya bisa menarik perhatian pelaku pasar saham pada perdagangan hari ini, seperti PT Gudang Garam Tbk (GGRM), PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), PT Indofood Sukses Makmur Tbk. (INDF), PT Jasa Marga Tbk (JSMR), dan PT Alam Sutera Realty Tbk (ASRI).

[ad_2] Source ketiksuara

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *