Ribuan Warga Nias Utara Tinggal di Rumah Tidak Layak Huni, Perlu Perhatian Pemerintah

[ad_1]

NIAS, KetikKetik – Kemiskinan di Kabupaten Nias Utara, Sumatera Utara pada tahun 2020 mencapai 24,99 persen atau 2.980 kepala keluarga. Mereka tinggal di rumah tak layak huni yang tersebar di 11 kecamatan.

Tingginya angka kemiskinan di tengah pandemi Covid-19 dan minimnya anggaran Pemkab Nias Utara menjadi kendala untuk memperbaiki rumah warga yang tidak layak huni.

Kabupaten Nias Utara merupakan salah satu daerah di Provinsi Sumatera Utara dengan jumlah penduduk sekitar 151.258 jiwa. Nias Utara ditetapkan sebagai daerah tertinggal berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 63 Tahun 2020.

Minimnya Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Nias Utara sekitar Rp. 300 miliar lebih per tahun merupakan salah satu kendala utama yang dihadapi untuk kesejahteraan warga. Apalagi sekarang anggarannya difokuskan untuk penanganan Covid-19.

See also  Bank Dunia Rekomendasikan Pemerintah Sederhanakan Struktur Tarif Cukai Tembakau

Salah satu potret kemiskinan di Nias Utara dapat dilihat di Desa Bitaya, Kecamatan Alasa. Samarudi Zalukhu dan Yurniwati Zebua, sepasang suami istri (pasutri) di desa ini tinggal di sebuah rumah yang tidak layak huni.

Ironisnya, rumah yang mereka tempati hampir ambruk dan atap jeraminya berlubang. Sehingga saat hujan, bagian dalam rumah sering basah. Beberapa papan kayu di lantai sudah lapuk.

Redaktur : Agus Warsudi



[ad_2]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *