Protein Tinggi, Permintaan Jamur Melonjak Di Tengah Pandemi

[ad_1]

Jakarta

Potensi bisnis budidaya jamur bisa dikatakan sangat menjanjikan di tengah pandemi COVID-19. Pasalnya, jamur konon mengandung unsur protein tinggi, sehingga sangat pas dijadikan menu konsumsi.

Jamur kini ditempatkan sebagai salah satu makanan alternatif yang populer. Tak ayal jika di kota-kota besar seperti Jakarta, Surabaya, Bandung, Jogja dan Makassar banyak terdapat restoran berbahan jamur.

Jamur juga banyak diolah menjadi berbagai varian aneka jamur, keripik jamur, dan lain-lain. Untuk itu, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) menginstruksikan Dirjen Hortikultura Prihasto Setyanto agar komoditas hortikultura digenjot, terutama yang berpotensi ekspor. Menurut Prihasto, tingkat konsumsi jamur di Indonesia meningkat di tengah pandemi COVID-19.

See also  Vaksin Gotong Royong , Said Didu Beri Peringatan Agar Tak Ada Pihak Cawe-cawe

“Wah jamur ini potensi bisnis baru pak, sekarang banyak anak muda yang melek budidaya jamur. Ini permintaan pasar yang banyak, karena jamur mengandung unsur protein yang tinggi, sehingga sangat pas menjadi menu konsumsi untuk meningkatkan asupan gizi di tengah dunia. pandemi ini,” kata Prihasto dalam keterangan tertulis, Kamis (24/6/2021).

Meningkatnya permintaan pasar komoditas hortikultura ini di masa pandemi juga ditegaskan oleh petani jamur milenial asal Bantul-Yogyakarta Listya Minarti. Lulusan Ilmu Biologi Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) ini mengaku akhir-akhir ini dirinya kewalahan dengan permintaan konsumen jamur.

“Permintaannya sampai 200 kg sehari, sedangkan saya hanya bisa menyiapkan sekitar 90 kg, permintaannya banyak banget. Makanya saya rencana ke depan untuk mengedukasi ibu-ibu rumah tangga untuk membudidayakan jamur di rumah yang bisa dipanen kapan saja. Semoga saja. Kementan bisa membantu pembuatan rak jamur dari baja ringan,” ujar wanita yang akrab disapa Tya ini.

See also  PLN Tambah 171 Megawatt Pasokan Listrik untuk Infrastruktur Jakarta

Direktur Sayuran dan Tanaman Obat Kementerian Pertanian Tommy Nugraha mengapresiasi para petani muda yang melirik budidaya jamur. Tommy tidak memungkiri bahwa tren bisnis jamur ini akan semakin digemari oleh anak-anak milenial, apalagi potensi ekspornya cukup bagus.

“Pokoknya saya acungkan dua jempol kalau ada anak muda yang memilih budidaya jamur, ini baru out of the box namanya, karena saya yakin potensi pasarnya sangat bagus,” kata Tommy.

Klik saja halaman selanjutnya

[ad_2]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *