28.4 C
Indonesia
Wednesday, October 5, 2022
spot_img

Perusahaan Otomotif Asal Jepang, Korea Selatan, dan China Antusias Berinvestasi di Indonesia


Menperin: Perusahaan Otomotif Jepang, Korea Selatan, dan China Antusias Berinvestasi di Indonesia

Jumat, 29 Juli 2022

Industri otomotif memegang peranan penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia. Hingga saat ini, terdapat 21 industri perakitan kendaraan roda empat atau lebih dengan total investasi Rp139,36 triliun. Investasi tersebut berasal dari Jepang sebesar Rp116,1 triliun (83,31%), disusul Korea sebesar Rp10,54 triliun (7,56%) dan China sebesar Rp11,3 triliun (8,11%). Sisanya merupakan investasi dari Uni Eropa dan domestik sebesar Rp1,42 triliun (1,02%).

Investasi Jepang

Dalam hasil kunjungan Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita ke Jepang mendampingi Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, ia berhasil memegang komitmen perusahaan otomotif untuk terus meningkatkan investasi di Indonesia. Dari hasil pertemuan Menteri Koordinator Perekonomian dan Menperin bersama pimpinan perusahaan otomotif di Jepang, memperoleh komitmen investasi dari Mitsubishi Motor Company (MMC) sebesar Rp. 10 tmiliaran untuk direalisasikan mulai tahun 2022 hingga 2025. Selanjutnya, Toyota Motor Corporation (TMC) akan menambah investasi sebesar Rp 27,1 triliun untuk lima tahun ke depan (2022-2026).

“Mitsubishi terus mewujudkan komitmennya untuk menjadikan Indonesia sebagai salah satu basis produksi mobil hibrida dan meningkatkan pasar ekspor, termasuk memperluas pasar ekspor baru, dari 30 menjadi 39 negara, hingga 2024,” kata Menperin di Jakarta, Jumat (29/7).

Kementerian Perindustrian mengapresiasi dan mendukung terwujudnya komitmen tersebut, serta menyampaikan beberapa harapan kepada Mitsubishi antara lain untuk: mempercepat Program Produksi Kendaraan Berbasis Baterai atau teknologi EV mobil kunci di Indonesia, serta mengekspor kendaraan jenis SUV dari Indonesia ke pasar Australia dalam satu tahun ke depan.

Kepada Toyota, Menperin berharap pabrikan dapat mendukung upaya peningkatan penggunaan komponen lokal Indonesia. “Kami juga meminta para pelaku industri ini untuk meningkatkan penggunaan komponen lokal Indonesia, khususnya komponen dari industri kecil menengah (IKM). Hal ini juga kami sampaikan pada forum bisnis industri otomotif di Jepang, Juni lalu,” kata Menperin.

Investasi Korea Selatan

Selain Jepang, pemain otomotif asal Korea Selatan juga terus meningkatkan investasinya di Indonesia. Perusahaan kendaraan Korea Selatan, Hyundai, telah mulai memproduksi kendaraan secara massal untuk jenis produk ini B-SUV, MPV dan EV SUV di pabrik Karawang, Jawa Barat, sejak Januari 2022. Hyundai juga telah meluncurkan Ioniq 5, kendaraan listrik pertama pabrik pada Maret 2022. Pada tahap pertama, Hyundai menginvestasikan USD 750 juta di Indonesia dengan total kapasitas produksi 150.000 unit/tahun, dari yang saat ini 3000 unit digunakan untuk memproduksi EV. dan akan ditingkatkan berdasarkan permintaan.

Investasi Cina

Saat ini, rencana investasi perusahaan otomotif asal China, yakni Chery Motor, sedang dijajaki. Perusahaan Chery telah beberapa kali bertemu dengan Menteri Perindustrian untuk membahas rencana investasi yang akan mulai berjalan pada 2022 dengan total komitmen investasi sekitar USD 1 miliar. Pada tahun Pada 2022, Chery secara bertahap akan mulai memproduksi kendaraan berjenis SUV dengan total sembilan model dan beberapa di antaranya untuk ekspor. Selanjutnya, PT. Chery Motors Indonesia akan melakukan empat tahap investasi hingga tahun 2028.

“Pada 2022, Chery akan mulai memproduksi kendaraan jenis SUV. Kemudian, dalam empat tahap pengembangan hingga 2028, pabrik akan memproduksi sembilan model, dengan proporsi untuk pasar ekspor juga,” jelas Menperin.

Dia menambahkan, Chery telah melakukan komunikasi intensif dengan Kementerian Perindustrian dan menyatakan komitmen untuk menjadikan Indonesia sebagai hub ASEAN dan bagian dari ekspor global perusahaan.

Selanjutnya, ada dua Satu lagi perusahaan otomotif asal China yang berencana memproduksi EV yaitu PT. SGMW Motor Indonesia (Wuling) dengan kapasitas produksi 10.000 unit/tahun dan PT. Sokonindo Automobile dengan kapasitas produksi 1.000 unit/tahun. “Kementerian Perindustrian menyambut baik investasi para pelaku industri otomotif, termasuk yang mengembangkan bisnis kendaraan listrik. Kami mendukung penuh pengembangan ekosistem kendaraan listrik dari hulu hingga hilir agar Indonesia menjadi yang terdepan dalam produksi kendaraan listrik yang berdaya saing global,” ujar Menperin.

Ia mengungkapkan, banyak investor yang mengajukan proposal untuk berkontribusi dalam pengembangan ekosistem kendaraan listrik di Indonesia, termasuk industri baterai EV. Salah satunya adalah konsorsium yang terdiri dari Hyundai Motor Company, KIA Corporation, Hyundai Mobis, LG Energy Solution, dan Indonesia Battery Corporation (IBC). Selain itu, perusahaan Contemporary Brunp Lygend Co., Ltd. (CBL) bersama Aneka Tambang (Persero) dan IBC juga berkolaborasi untuk melaksanakan proyek integrasi baterai EV, mulai dari penambangan hinggapemrosesan nikel, produk baterai EV, produksi baterai EV, dan daur ulang baterai dengan total investasi di fase I sekitar Rp 6 Miliar.

Kementerian Perindustrian terus memacu pengembangan industri otomotif menuju kendaraan ramah lingkungan sebagaimana diatur dalam Peraturan Presiden No 55 Tahun 2019 tentang Program Percepatan Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (Kendaraan Listrik Baterai) untuk Angkutan Jalan, dan Peraturan Pemerintah Nomor 74 Tahun 2021 tentang Pajak Penjualan Atas Barang Mewah (PPnBM) Kendaraan Bermotor.

Upaya percepatan penggunaan kendaraan listrik juga diperkuat dengan penerapan tarif PPnBM untuk kendaraan berteknologi emisi nol Suka Kendaraan Listrik Baterai (BEV) dan Kendaraan Listrik Sel Bahan Bakar (FCEV) produksi dalam negeri yang akan diberikan adalah 0%.

Sayaindustri Haimotif Nasional saat ini didukung oleh Perusahaan industri kendaraan bermotor roda 21 empat atau lebih, dengan kapasitas produksi 2,35 juta unit per tahun. Industri otomotif nasional menyerap 38 ribu tenaga kerjasebaik melibatkan lebih dari 1,5 juta tenaga kerja sepanjang rantai nilai industri, termasuk di sektor komponen UKM. Subsektor industri ini memiliki nilai hubungan ke depan sebesar Rp 35 Triliun dan nilai keterkaitan ke belakang sebesar Rp. 43 triliun.

PPasar ekspor produk otomotif Indonesia telah menembus lebih dari 80 negara dengan kinerja ekspor pada tahun 2021 mencapai 294 ribu unit kendaraan CBU senilai Rp52,90 Ttriliun, 91 ribu set CKD dengan nilai Rp1,31 Tmiliar, dan 85 juta bagian-bagian komponen dengan nilai Rp29,13 Tmiliar. Pada kuartal pertama – 2022, sayaindustri sebuahlat sebuahmengangkut merenungkanmsaya tumbuh tertinggi di antara subsektor industri pengolahan lainnya, dengan pencapaian sebesar 14,2% (y-on-y).

Demikian Siaran Pers ini untuk disebarluaskan.



Membagikan:




Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Stay Connected

0FansLike
3,510FollowersFollow
0SubscribersSubscribe
- Advertisement -spot_img

Latest Articles