Bill Gates Menghabiskan Rp. 388 Miliar Kembangkan Semen Ramah Lingkungan – KetikKetik

Perusahaan modal ventura milik bos Microsoft Bill Gates, Breakthrough Energy Ventures dan Breakthrough Energy Ventures Europe menginvestasikan € 22,5 juta atau sekitar US $ 27,3 juta (Rp. 388 miliar) di Ecocem Materials Ltd dalam mengembangkan semen ramah lingkungan.

Dikutip dari BloombergDana tersebut akan digunakan oleh perusahaan yang berbasis di Irlandia untuk mendapatkan izin dari regulator UE untuk meluncurkan formulasi baru dalam pembuatan semen yang memiliki jejak karbon minimal, dan membangun pabrik baru di luar kawasan Eropa.

Investor perusahaan modal ventura yang menguasai pendanaan hingga US $ 2 miliar (Rp28,4 triliun) ini tidak hanya Bill Gates, tetapi juga bos Amazon Inc. Jeff Bezos dan pendiri Bloomberg LP. Michael R. Bloomberg.

READ  Penemuan tengkorak mirip alien bikin heboh, ini fakta sebenarnya - KetikKetik

Ecocem ingin membuktikan kepada perusahaan semen global bahwa formulasi semen rendah karbon dapat dibuat di berbagai belahan dunia dengan melisensikan teknologinya. Mereka juga akan terus meningkatkan produksi mereka sendiri.

“Sulit untuk memikirkan topik yang kurang seksi dari semen. Jadi kami sangat mengapresiasi kedalaman dan ketelitian ilmu dan teknik di balik pendekatan Ecocem, ”kata Eric Toone, technical leader BEV, seperti dikutip Bloomberg, Selasa (11/5).

Proses produksi semen menyumbang 8% pencemaran karbon global. Sebagian besar emisi karbon dari pembuatan semen berasal dari produksi klinker, yaitu pengikat semen yang dapat mencapai 70% dari produk akhir.

semen

semen (Arief Kamaludin | KATADATA)

Material ini mengikat air dan kerikil untuk membuat beton. Tantangannya, pabrik semen bisa bertahan hingga lima dekade, yang berarti teknologi baru bergerak sangat lamban.

READ  Warga Indonesia Lebih Diminati Isu Babi Sempit Dibanding Riset dan Inovasi - KetikKetik

Klinker dibuat dengan memanaskan batu kapur dalam tungku bersama dengan tanah liat. Proses intensif energi ini menghasilkan karbon dioksida dalam jumlah besar. Padahal proses pemanasan tidak menggunakan bahan bakar fosil.

Untuk mengatasi masalah ini, Ecocem memproduksi terak sebagai pengganti klinker. Terak, yang memiliki sifat kimiawi yang mirip dengan klinker, sebenarnya adalah limbah yang dihasilkan dari produksi baja. Penggunaannya untuk memproduksi semen dikatakan lebih ramah lingkungan daripada klinker.

Saat ini banyak perusahaan Eropa yang menjual semen ramah lingkungan dengan mengganti beberapa klinker mereka dengan slag yang dibeli dari Ecocem. Namun, pendiri Ecocem Donal O’Riain mengatakan produksi terak global setiap tahunnya hanya sekitar 300 juta metrik ton.

READ  Elden Ring Mengungkapkan Gameplay Pertama, Tanggal Rilis Juga Diumumkan - KetikKetik

Jumlah ini tidak cukup untuk memasok milyaran ton semen yang dikonsumsi setiap tahun. Oleh karena itu, Ecocem mencari cara untuk mengurangi komposisi terak dan klinker dalam semen menjadi 30% terak, 20% klinker, dan bahan penyusun lainnya. Formulasi ini akan menjadi

Ecocem menolak untuk menguraikan bahan-bahan penyusun lainnya. Mereka hanya memastikan bahwa produk semen akhir memiliki jejak karbon yang kecil dan memaksimalkan aktivasi klinker dan terak untuk menjadi bahan pengikat semen yang lebih efektif.

Source ketiksuara

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *