AS Mengizinkan Vaksin Pfizer Covid-19 Untuk Anak Berusia 12-15 Tahun – KetikKetik

[ad_1]

Otoritas obat dan makanan (Administrasi Makanan dan Obat / FDA) Amerika Serikat (AS) telah memberikan izin untuk memberikan vaksin virus corona Pfizer kepada anak-anak berusia 12 hingga 15 tahun.

Vaksin besutan Pfizer ini merupakan vaksin Covid-19 pertama yang mendapat izin untuk diberikan kepada anak usia 12-15 tahun. Sebelumnya, vaksin ini juga sudah mendapat izin untuk diberikan kepada remaja berusia 16 tahun ke atas.

Pemberian izin ini berdasarkan uji klinis vaksin Pfizer terhadap 2.260 peserta anak usia 12-15 tahun. Uji klinis ini menghasilkan 100% aman dan 100% kemanjuran vaksin.

“Itu adalah keputusan yang relatif mudah,” kata direktur Pusat Penelitian dan Evaluasi Biologi FDA, Dr. Peter Marks seperti dikutip dari CNN pada Rabu (12/5).

FDA melihat data tentang keamanan dan kemanjuran vaksin Pfizer, dan melihat tanggapan kekebalan dari beberapa anak yang divaksinasi. Kemudian bandingkan dengan respon imun remaja yang lebih tua dan orang dewasa yang menerima suntikan.

See also  Harga Emas Antam Turun di Awal Pekan Menjadi Rp 933 Ribu per Gram - KetikKetik

“Tanggapan terhadap vaksin sangat baik dan bahkan lebih baik, sungguh, pada kelompok usia yang lebih muda daripada kelompok usia 16-25 tahun,” kata Marks. “Profil keamanan vaksin ini pada usia 12-15 tahun sama dengan kelompok 16-25 tahun.”

Penjabat Komisaris FDA Dr. Janet Woodcock mengatakan bahwa FDA telah melakukan segala yang diperlukan untuk memastikan vaksin Covid-19 yang resmi memenuhi standar kualitas, keamanan, dan efektivitas yang tinggi.

“Kami tahu bahwa setiap kali seorang Amerika, termasuk anggota keluarga kami sendiri, menerima vaksin Covid-19, Anda menaruh kepercayaan pada kami (FDA),” kata Woodcock.

Namun, vaksinasi kelompok berusia 12-15 tahun di AS masih menunggu rekomendasi dari Komite Penasihat Produk Biologi dan Vaksin independen FDA, dan Komite Penasihat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit AS tentang Praktik Imunisasi.

AS merupakan negara dengan vaksin korona terbanyak yaitu 215,95 juta dosis hingga 21 April 2021. Simak databox berikut ini:

Bagaimana dengan di Indonesia?

Di Indonesia, penggunaan vaksin Covid-19 untuk anak-anak masih menunggu penelitian lebih lanjut dan rekomendasi dari sejumlah institusi seperti World Health Organization (WHO), Indonesian Technical Advisory Group on Immunization (ITAGI) dan Dokter Spesialis Anak Indonesia. Asosiasi (IDAI).

See also  Usai libur Lebaran, 71.364 Wisatawan Kunjungi Destinasi Bantul

Ketua Umum IDAI Aman Bhakti Pulungan mengatakan saat ini belum ada rekomendasi terkait vaksinasi untuk anak. “Belum ada data terbaru untuk vaksin anak. Tentu saja IDAI belum mengeluarkan rekomendasi untuk imunisasi anak,” ujarnya beberapa waktu lalu.

Aman mengatakan vaksin Sinovac saat ini hanya direkomendasikan pada peserta berusia 15 hingga 59 tahun. Penggunaan pada lansia juga harus melalui tahapan tertentu, antara lain pemeriksaan gula darah dan gula darah serta ada tidaknya penyakit penyerta atau penyakit penyerta.

IDAI berharap sejumlah studi terkait keamanan vaksin untuk anak bisa segera dipublikasikan. “Kami berharap anak-anak juga bisa divaksinasi, tapi apakah aman? Kemungkinan besar aman, tapi sampai saat ini belum ada datanya,” ujarnya.

Sementara itu, Sinovac Biotech, produsen salah satu vaksin yang saat ini digunakan di Indonesia, mengklaim vaksin tersebut aman dan mampu memicu respon imun pada anak dan remaja.

See also  Pabrik Tahu di Ibu Kota Tetap Beroperasi Kala Harga Kedelai Meninggi

Dikutip dari ReutersKesimpulan tersebut didapat dari hasil uji klinis fase 1 dan 2 yang melibatkan lebih dari 500 relawan berusia 3-17 tahun, yang terbagi dalam dua kelompok, yaitu 3-11 tahun dan 12-17 tahun.

Dalam uji klinis ini, kelompok usia 3-11 tahun mendapat dosis rendah, dosis 12-17 tahun, dan sebagian mendapat plasebo.

Menurut peneliti Sinovac Gang Zeng, efek samping yang terjadi selama uji klinis ini hanya ringan. Ada dua anak yang dilaporkan demam tinggi setelah menerima vaksin Sinovac dosis rendah, tetapi sudah sembuh.

Meski begitu, Zeng mengatakan, tingkat antibodi yang terbentuk pada anak pasca vaksinasi lebih tinggi dibandingkan pada orang dewasa berusia 18-59 tahun dan lansia dalam uji klinis. Namun demikian, data awal tersebut belum dipublikasikan di jurnal kedokteran.

[ad_2] Source ketiksuara

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *