21.4 C
Indonesia
Tuesday, December 6, 2022
spot_img

Semakin banyak aplikasi “Carcass” di Google Play Store


KOMPAS.com – Toko aplikasi resmi seperti Google Play Store di perangkat Android atau Apple App Store di perangkat iPhone digunakan oleh pengguna untuk mengunduh berbagai aplikasi.

Namun, menurut laporan dari firma analis Pixalate, kedua toko aplikasi itu ditemukan menyimpan ribuan aplikasi “mati” yang tidak lagi diperbarui oleh pengembang (pengembang).

“Bangkai” yang dimaksud adalah aplikasi yang sudah dua tahun tidak diperbarui alias terabaikan.

Pixalate mencatat lebih dari 1,6 juta aplikasi terlantar dari 1 April 2022 hingga 30 Juni 2022. Toko aplikasi Google Play Store mencatat peningkatan jumlah aplikasi lawas sebesar 16 persen dari 967.000 menjadi 1,1 juta pada kuartal pertama 2022 .

Baca juga: Hati-hati, 200 Aplikasi Berbahaya Ini Beredar di Play Store

Sementara itu, aplikasi lawas yang dimiliki App Store mengalami penurunan sebesar 29 persen pada kuartal pertama tahun 2022 dari 724.000 menjadi 515.000 aplikasi.

Secara keseluruhan, aplikasi yang terdaftar di China dan Rusia diduga kuat memiliki aplikasi yang paling “diabaikan”, yaitu 42 persen. Sementara itu, aplikasi lain yang paling terabaikan terdiri dari aplikasi anak (75.000 aplikasi anak di App Store dan 81.000 aplikasi di Google Playstore).

Selain menemukan “aplikasi lama” yang belum diperbarui selama dua tahun, Pixalate juga mencatat aplikasi yang termasuk dalam kategori “sangat lama”, artinya tidak diperbarui selama lebih dari dua tahun.

Google Play Store memiliki rekor 840.000 aplikasi yang belum diperbarui selama lebih dari tiga tahun dan jumlahnya masih terus bertambah. Kemudian, untuk aplikasi yang belum terupdate lebih dari lima tahun sebanyak 306.000 aplikasi.

Banyak aplikasi lawas, terutama di Google Play Store, dapat menimbulkan risiko keamanan bagi penggunanya.

Saat aplikasi diunduh (unduh) tidak lagi diperbarui, sehingga aplikasi lebih rentan diretas, dieksploitasi, dan merugikan perangkat, seperti yang dirangkum KompasTekno dari Orang Dalam AppleRabu (5/10/2022).

Baca juga: Hati-hati, 35 Aplikasi Ini Bisa Menyelipkan Malware ke Ponsel Android

Laporan yang ditemukan oleh Pixalate juga mirip dengan penelitian yang dilakukan pada Mei 2022. Perusahaan mencatat bahwa Google Play Store memiliki 869.000 aplikasi lawas, sedangkan App Store memiliki 650.000.

Untuk mengatasi masalah tersebut, Apple dan Google secara tegas menetapkan kebijakan baru yang memungkinkan perusahaan untuk dapat mengambil tindakan terhadap aplikasi lawas tersebut.

Kebijakannya adalah untuk menetapkan bahwa aplikasi yang tidak lagi diperbarui akan disembunyikan dari katalog Play Store/App Store, tidak akan muncul di bidang pencarian, dan bahwa aplikasi yang diabaikan akan dihapus jika tidak diperbarui selama lebih dari dua tahun.


Dapatkan pembaruan berita terpilih dan berita terkini setiap hari dari Kompas.com. Jom join grup Telegram “Kompas.com News Update”, caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, lalu join. Anda harus terlebih dahulu menginstal aplikasi Telegram di ponsel Anda.

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Stay Connected

0FansLike
3,597FollowersFollow
0SubscribersSubscribe
- Advertisement -spot_img

Latest Articles