21.4 C
Indonesia
Tuesday, December 6, 2022
spot_img

Kickoff Literasi Digital NTB, Mahasiswa Jangan Terjebak Tiktok dan Game – Ditjen Aptika


Mataram, Direktorat Jenderal Aptika – Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Pemprov NTB, Aidy Furqan menyayangkan pemanfaatan ruang digital masih didominasi aplikasi Tiktok dan permainan. Akibatnya, indeks literasi digital di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) masih tergolong rendah.

“Program Literasi Digital ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran mahasiswa dan pelajar untuk lebih menggali potensi yang ada di ruang digital, tidak terpaku pada Tiktok dan permainan,” ujarnya saat Kickoff Road Show Literasi Digital Bidang Pendidikan di SMK 5 Mataram, Sabtu (10/1/2022).

Aidy juga menyambut baik kerjasama Kemenkominfo dengan Pandu Digital NTB dalam menggelar pertunjukan keliling di 25 SMK di NTB, sebagai upaya peningkatan indeks literasi digital di provinsi tersebut. Memahami ruang digital sangat diperlukan bagi semua kalangan, terutama siswa sekolah.

“Di era digital ini harus ada perhatian khusus terhadap konten-konten yang tidak bertanggung jawab. Soalnya konten-konten ini paling cepat dilihat,” jelas Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTB.

Aidy juga berharap mahasiswa dapat menerapkan pilar-pilar literasi digital guna memaksimalkan ruang digital. “Siswa harus lebih cepat belajar dari guru, karena dunia digital lebih dekat dengan dunia anak muda,” ujarnya.

Baca juga: Kominfo Gandeng JSDI Digital Guide Ajarkan Empat Pilar Literasi Digital

Program literasi digital di NTB juga disambut antusias oleh Kepala SMK 5 Mataram, Istiqlal, yang merasa terhormat bisa menjadi bagian dari kegiatan tersebut. “Saya berharap para siswa SMK 5 Mataram dapat menjadi salah satu agen perubahan di dunia pendidikan,” ujarnya saat memberikan sambutan. kickoff.

Sementara itu, Direktur Pemberdayaan Informasi, Bonifasius Wahyu Pudjianto, kembali mengingatkan pentingnya memahami etika di media sosial. Pengguna media sosial harus bisa memilah-milah informasi yang masuk, karena selain mengandung hal-hal positif, juga terdapat nilai-nilai negatif di dalamnya.

“Kita harus memahami itu gadget Ibarat pedang bermata dua, selain mengandung nilai positif juga bisa menimbulkan dampak negatif,” ujarnya.

direktur PI
Direktur Pemberdayaan Informasi Kementerian Komunikasi dan Informatika mengingatkan pentingnya literasi digital bagi seluruh peserta kickoff (10/1/2022).

Direktur Boniface berpesan kepada para guru untuk mengedukasi siswa tentang pilar-pilar literasi digital. Pelatihan literasi digital menggunakan modul dan kurikulum yang menargetkan empat pilar, yaitu keterampilan digital, keamanan digital, etika digitaldan budaya digital.

“Ingat, kita tidak boleh terpengaruh oleh berbagai budaya, berita bohong, dan sebagainya yang mungkin meningkat di tahun 2024. Jadi kita harus kompeten dan cerdas dalam menerima informasi,” ujarnya.

Baca juga: Luncurkan 4 Modul Literasi, Menkominfo: Agar Masyarakat Memiliki Keterampilan Digital

pertunjukan keliling literasi digital bagi 25 SMK di 5 kabupaten NTB merupakan salah satu upaya pemerintah untuk meningkatkan kompetensi dan pemerataan keterampilan digital bagi seluruh lapisan masyarakat. Targetnya sebanyak 51 juta orang yang melek digital hingga tahun 2024. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian program Kementerian Komunikasi dan Informatika dalam upaya mewujudkan Indonesia Lebih Melek Digital yang dirilis pada Mei 2021. (wpu)

Cetak Ramah, PDF & Email

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Stay Connected

0FansLike
3,597FollowersFollow
0SubscribersSubscribe
- Advertisement -spot_img

Latest Articles