Viral Emak-emak Ngamuk ke Kurir, Ini 3 Poin Penting Transaksi COD

[ad_1]

Jakarta

Seorang emak-emak memarahi kurir viral di media sosial. Emak-emak itu diduga membeli barang di lapak online dengan metode Cash on Delivery (COD) alias bayar di tempat. Namun, karena pesanan tidak cocok, emak-emak yang belum jelas identitasnya ini langsung ngamuk ke kurir.

COD sendiri merupakan pilihan layanan pembayaran yang ditawarkan dalam belanja online. Pembayaran dilakukan secara langsung, pembeli hanya tinggal menunggu paketnya tiba dikirim oleh kurir lalu membayarnya.

Daripada marah-marah seperti emak-emak yang viral, berikut ini beberapa poin penting dari metode COD dalam belanja online:

1. Kualitas Barang Bukan Tanggung Jawab Kurir

Menurut Ketua Umum Asperindo Mohammad Feriadi dalam metode COD kurir hanya mengantar paket yang berisi barang pembelian, memastikan paketnya aman sampai tujuan, dan menerima pembayaran. Masalah kualitas barang seperti apa bukan urusan kurir.

See also  Jalani Isolasi Mandiri, Pasien Covid-19 di Tapanuli Selatan Meninggal

“Pemilihan jenis pembayaran adalah keputusan pembeli, itu pilihan dari marketplace. Kurir hanya mengantar barang yang dibeli, artinya kurir tentu tidak mengetahui barang itu cocok dengan yang dilihat pembeli atau berbeda. Seringkali masyarakat mengira kurir tahu isi barangnya, tapi itu bukan ranah kurir,” ungkap Feriadi kepada detikcom, Senin (17/5/2021).

“Apabila kemudian ditemukan barang tidak sesuai tentu ini menjadi tanggung jawab penjual bukan kurir,” lanjutnya.

2. Barang Tak Sesuai, Jangan Ngamuk ke Kurir

Dia menyebutkan bila ada masalah pada kualitas barang bukan salah kurir, dan tidak seharusnya kurir diamuk seperti yang dilakukan emak-emak yang viral. Protes bisa dilakukan langsung ke penjual barang.

See also  BRI Terbitkan Saham Baru, Jadi Pegadaian dan PNM. Pengontrol - KetikKetik

“Kalau ada masalah, jangan salahkan kurir, komplain dialamatkan ke penjualnya lah atau marketplace-nya,” kata Feriadi.

Feriadi mengatakan sebetulnya model pembayaran COD sendiri dibuat karena banyak masyarakat yang belum memiliki akses ke lembaga keuangan. Entah itu, belum punya rekening di bank ataupun akun kartu kredit. Maka dari itu, dia mengatakan model COD dibuat untuk memudahkan pembayaran.

“COD itu layanan Cash On Delivery atau bahasa sederhananya ada uang ada barang. Layanan ini banyak diminati dan dibuat awalnya karena banyak masyarakat yang tidak memiliki kartu kredit atau rekening bank. Makanya mereka mempersiapkan uang tunai pas barang datang,” ungkap Feriadi.

[ad_2]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *