Menaker Akui Larangan Mudik Memberatkan


Jakarta, KetikKetik —

Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah mengakui larangan mudik merupakan kebijakan yang memberatkan banyak pihak, termasuk dirinya. Pasalnya, larangan mudik mengubah kebiasaan masyarakat Indonesia yang sudah ada sejak lama.

“Jangankan orang lain, saya juga itu kebijakan yang sesungguhnya kami juga secara manusiawi rasanya berat sekali,” ucap Ida dalam Halal Bihalal Kementerian Ketenagakerjaan, Senin (17/5).

Menurutnya, pemerintah juga mendapatkan banyak kritik dari berbagai pihak.

“Ini karena (pemerintah) mengubah kebiasaan baru yang biasa banyak di antara masyarakat urban yang membiasakan bulan Syawal itu Idulfitri itu pulang kampung,” terang Ida.

Namun, keputusan ini perlu diambil demi meminimalisir penularan Covid-19. Pemerintah khawatir terjadi lonjakan kasus penularan ketika mayoritas masyarakat mudik ke kampung halaman.

READ  Ekonomi AS Membaik, Harga Emas Dunia Mulai Berangsur Turun
[Gambas:Video CNN]

“Itulah yang harus diambil oleh pemerintah demi memutus mata rantai penyebaran covid-19,” jelas Ida.

Diketahui, pemerintah kembali melarang mudik selama 6 Mei sampai 17 Mei 2021. Hal ini berlaku bagi seluruh moda transportasi, yakni darat, laut, udara, laut, dan kereta api.

Dengan kebijakan ini berarti sudah dua tahun berturut-turut pemerintah melarang masyarakat untuk mudik. Pemerintah berharap tak ada lonjakan kasus Covid-19 jika masyarakat menaati aturan pemerintah.

(aud/agt)




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *