Eijkman Estimasi Khasiat Vaksin Merah Putih Covid-19 Capai 85 Persen – KetikKetik

[ad_1]

Lembaga Biologi Molekuler (LBM) Eijkman dan sejumlah lembaga saat ini sedang mengembangkan vaksin Covid-19 buatan dalam negeri, yaitu vaksin Merah Putih. Ketua LBM Eijkman Amin Soebandrio memperkirakan vaksin tersebut memiliki khasiat 75-85%.

Perhitungan dilakukan dengan ukuran serokonversi. Artinya, pengukuran dilakukan pada subjek yang tidak memiliki antibodi Covid-19 sebelum diberikan vaksin.

“Ada respon antibodi yang sangat besar. Untuk konversi ke manusia minimal mungkin di atas 80%, sekitar 75-85%,” kata Amin dalam webinar, Jumat (21/5). Artinya, risiko infeksi pada orang yang menerima vaksin berkurang 75-85%.

Sebagai perbandingan, efikasi vaksin Sinovac di Indonesia mencapai 65,3% sedangkan AstraZeneca 76%. Efikasi vaksin merek Sinopharm yang digunakan untuk vaksinasi Gotong Royong adalah 78%.

See also  Pahami Taper Tantrum Yang Bikin Sri Mulyani Khawatir Bos BI - KetikKetik

Meski begitu, ada sejumlah hal yang dapat mempengaruhi keefektifan vaksin, salah satunya adalah mutasi dan varian baru virus Covid-19. Amin mengatakan beberapa vaksin di Afrika Selatan telah menurunkan kemanjuran hingga 20% karena mutasi virus.

Hal serupa juga bisa terjadi di Indonesia jika virus yang menyebar didominasi varian baru. Meski demikian, Eijkman mengaku siap menyesuaikan vaksin dengan jenis virus yang menular di Tanah Air.

Eijkman juga memiliki teknologi untuk mengadaptasi vaksin tersebut ke varian baru Covid-19. Mereka juga sudah menyampaikan kepada PT Bio Farma tentang kesiapan teknologi ini. “Ibarat ganti kaset, lagunya juga berubah,” kata Amien.

Saat ini, pengembangan vaksin Merah Putih oleh Eijkman telah memasuki tahap transisi dari penelitian dan pengembangan ke industri. Selanjutnya akan dilakukan uji klinis vaksin.

See also  IBCWE: Layanan Penitipan Anak Didominasi oleh Swasta dan Terpusat di Kota - KetikKetik

Ia memperkirakan vaksin Merah Putih buatan Eijkman menggunakan platform tersebut subunit berbasis ragi dan transfeksi adenovirus mamalian cel akan menerima Otorisasi Penggunaan Darurat (EUA) pada pertengahan 2022. Sedangkan vaksin transfeksi sel mamalia yang stabil diharapkan memperoleh EUA pada kuartal kedua tahun 2023.

Sebelumnya, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan telah mengalokasikan dana ratusan miliar untuk mendukung uji klinis vaksin di dalam negeri. Namun, ia mengakui anggaran yang tersedia untuk penelitian ini relatif kecil. “Di Amerika Serikat, mereka menyediakan dana penelitian sebesar US $ 1 miliar, untuk setiap inisiatif vaksin.” kata Budi pada 13 April.

[ad_2] Source ketiksuara

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *