Laksana beribu lebah yang keluar dari sarangnya
Seperti itulah yang ada dalam otakku saat ini
Ingin kutuliskan pada selembar kertas
Biar abadi dan dapat kuulangi membacanya
Kala pena sudah siap dengan tintanya
Jemaripun ingin segera mengabadikannya
Apalah daya semua tak kan bisa
Kalau kertas tak bersedia menjadi wadahnya
Seharusnya pena, tinta dan kertas bekerja sama
Untuk menampung semua isi keluh kesah
Jika ada kolaborasi yang sempurna
Tentu hasilnya akan terlihat nyata
Jika semua bagian berjalan sesuai fungsinya
Harusnya harmoni akan tercipta
Tak ada lagi ketimpangan dan merasa lebih berguna
Damailah hati, damailah dunia……..
Andai kertas bersedia menjadi wadah,
Andai pena bersedia menampung tinta
Dan seandainya tinta bersedia mengisi pena
Akan tercipta sebuah tulisan yang akan mewakili isi hati sipemilik tangan
Aku ingin menjadi kertas,
Aku rela menjadi Pena
Aku bersedia menjadi tinta
Akupun ingin menggerakan tangan dan jemariku
Mengabadikannya dalam sebuah tulisan
Untuk mewakili isi hatiku,
Menuangkan segala sesak dalam dada
Agar terlepas semua rasa………
*****
Asyiiik puisina…..kusuka..
Sore Mas Suko, puisi Mas lebih oke.
Makasih ya
Admin, Terima kasih
Met Malam Minggu
Kolaborasi yg menciptakan indah harmoni….nice 😉
Met malam Minggu Melati Senja
@Kim Foeng, usulan anda perihal display waktu posting sudah dilaksanakan, terima kasih
Terima kasih, Admin.
Cicih, Hans ngikut di mari.. B|
Wah… senang sekali Mas Hans bersedia turun gunung.
Padepokan Gunung Naras buka cabang di mari, euyyy…
puisi yang indah mbak Kim
Asih…. Ketemu lagi di sini. Di tunggu lho postinganmu
Terima kasih ya
Seharusnya pena, tinta dan kertas bekerja sama
Untuk menampung semua isi keluh kesah
Jika ada kolaborasi yang sempurna
Tentu hasilnya akan terlihat nyata
suka bait yang ituu ciciiiiii
Kalau suka, ayo praktekan Nduk…..Acik