Gaya  

Pileg-Pilek-Plek

9 April ’14, vakasi nasional. Horeeeelah kalau begitu. Ini antara hidup dan mati, maut mengancam-ancam di setiap caleg. Sudah banyak batuk-batuk tuh caleg-caleg kita, dulunya angkuh sekali, sekarang ramah tenan. Ada maunya, baru saja saya pilek biasa, begitu perhatian dia. Nawarin obat, hendak merayu pilekku. Belum lagi, sepasang suami-istri, bertandang ke rumah, kemarin. Jelang sholat magrib pula. Lha, sebegitu pentingkah hingga aku disamperin sesaat selesai wudhu?

Apakah yang kuharapkan dari caleg yang nihil tata krama keberTuhanan ini. Masih haruskah aku memercayai satunya janji dengan tindakannya nanti? Rasa-rasanya, aku harus tertawa lebar-lebar, saksikan budaya baru para caleg, hingga ada yang rela mengecat dinding rumah-rumah penduduk. Anehnya, setiap dinding, malah tertulis: Coblos No (……..). Ini kan pembodohan, iklan yang menggadaikan rumah milik rakyat. Aku kok heran, masih caleg saja, sudah berani dagangkan kepunyaan rakyat.

Baca juga :  Follower Not Me

Aku bilang, boleh pasang kalimat-kalimat indah, nasionalis, dan yang bagus-bagus lainnya tapi jangan pampang janji-janji. Jangan pajang iming-iminglah, karena aku merasa dilecehkan. Seolah anak kecil disuguhin ‘gula-gula’. Kutahu pastilah, plek-plek dewan bertahun-tahun, silam. Bahkan, tahun kemarin masih terasa ‘kencur-kencuran’. Sa bodoh, kata caleg anak muda. Sing penting, nyalonin diri. Ya mbok, harus janji kalau mau dipilih rakyat. Konon, janji itu dahsyat, sambil bawakan White Koffee, sisa diseduh. 

Ini masalahku, semakin kumakan janjimu, semakin terasa lapar. Ini juga masalahku, kenapa perutku tak pernah kenyang dengan janji-janjimu itu. Takutnya, menu-menu janji itu membuatmu malah tersedu-sedu. Nantinya^^^

Baca juga :  Orang-orang Kuat

Respon (3)

  1. Ada yang lebih aneh lagi, Capres yang saya tidak kenal mengirim surat “Surat Pribadi A…B…” intinya akan memperjuangkan nasib saya sebagai guru. Padahal bagi saya gak ngefek krn saya pegawai swasta.Hehehe…emang ada-ada saja ya Bro?

    1. Beneran lah…saya juga bingung ada-ada saja, mungkin mereka juga bingung cari ide kampanye yang bisa langsung ke masyarakat. Kreatif sih…tapi menurut saya konyol.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *