Religi  

Guru Kehidupan dan Sang Guru

bonisena.blog.ugm.ac.id
bonisena.blog.ugm.ac.id

Apa yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari merupakan guru sekaligus kitab suci untuk mencerahkan diri kita. Karena apa yang terjadi adalah pengalaman nyata. Bukan sekadar nasehat atau bacaan yang bisa saja dengan mudah dilupakan.

*

Guru Kehidupan dan Hamparan Kitab Suci

Orang yang sudah mencapai tingkat kearifan tinggi dengan belajar dari pengalamannya mengajarkan, bahwa setiap orang dapat menjadi Guru kehidupan.

Melalui mereka yang setiap hari berinteraksi dengan kita, maka banyak pembelajaran hidup yang akan kita dapatkan. Modalnya cukup dengan mau selalu membuka mata dan hati untuk memetik pembelajaran yang ada.

Peristiwa yang terjadi silih berganti bagaikan hamparan kitab suci yang dapat menjadi ‘bacaan’ yang akan memperkaya jiwa dan membangkitkan sikap bijak melalui perenungan atau refleksi dengan pikiran jernih dan hati yang bersih.

Baca juga :  Berjilbab dari Hati

Setiap peristiwa selalu berharga untuk dipahat di dinding hati. Jangan sampai kesenangan membuat kita lupa untuk bersyukur. Penderitaan membuat kita mengeluh.

Jangan hanya senang sama mereka yang baik dan memuji. Namun justru membenci mereka yang tidak suka dan mencela kita.

Sejatinya semua adalah Guru yang akan mengajarkan dan mendewasakan kerohanian kita. Bukan hanya tubuh fisik kita yang perlu bertumbuh.

Tetapi tubuh spiritual lebih perlu untuk bertumbuh melalui Guru-guru kehidupan yang tiada henti mengajarkan.

Sang Guru Sejati

Baca juga :  Bosan dengan Tempe?

Perlu sebuah kesadaran untuk bertumbuh menjadi utuh pada hari nanti dengan belajar pada Guru kehidupan.

Untuk menumbuhkan kesadaran ini kita perlu mendengarkan sang Guru yang bersemayam di dalam diri kita yang sedang bermeditasi di Puncak Kesunyian.

Sang Aku yang selalu mau ‘menundukkan kepala’ untuk menjadi pembelajar. Bukan keakuan yang selalu ‘mendongakkan kepala’.

Atas kesadaran untuk berguru pada kehidupan dan membaca hamparan kitab suci kehidupan sepanjang waktu. Pada waktunya dalam kesunyian biarlah Sang Guru yang mencerahkan dalam senyuman.

@refleksihatimenerangidiri

Respon (7)

  1. Perfect! Pak Kate dalam usia relatif masih muda,sudah menemukan inti dari Guru Kehidupan… Luar biasa. Saya yakin kesuksesan hidup sudah di genggam ditangan…salam sukses Pak Kate!

    1. Duh Pak Tjipta, ini kan harapan dan keinginan, menemukan tapi perlu proses lagi, nah ini perlu bimbingan lagi seperti dari Pak Tjipta misalnya, terima kasih, salamanhttp://ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_cool.gif

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *