
Aku sudah menulis yang baik-baik, masih separuh juga pembaca yang tak suka. Aku usai korbankan waktu, gantang emosi, parut otak, bangkitkan jemari, naik-turunkan nafas. Lha, tersisa juga ucapan-ucapan yang kerontang respek atas tulisanku. Apakah yang salah di diri ini?, gerutu seorang penulis yang tak beken.
Belum lagi untaian kalimat bahwa aku ini menulis untuk beken-bekenan. Seingatku, aku sudah beken sebelum menjadi penulis, sanggah penulis itu. Walau sesungguhnya ia tak beken.
Aku ini harus menjaga perangai tulisanku, sifat-sifatku, tingkah dan sikap. Renung sang penulis itu.
Bagaimana dan apa musabab hingga ia se-sengsara itu? Ia tak senang, ia tak puas akan keluh-keluh itu hanya disimpannya sendiri. Ia ke sana ke mari, mencari jawab, mengawasi respon, mengumpulkan solusi atas problematikanya dalam tulis-menulis. Di sudut masjid, ia bertemu dengan seorang anak muda, sedang membaca cerpen reliji.
“Hai anak muda, aku ingin berguru padamu. Aku ini seorang penulis, tulisanku banyak yang tak suka. Kamu punya nasehat untukku?
“Oh soal itu Om. Mudah kok, tinggalkan menulis dengan orientasi karena manusia. Hadirkan nafas Tuhan di dadamu, sangkarkan Tuhan di pikiranmu, penjarakan Tuhan di imajinasimu. dan menulislah karena DIA. Saya pastikan Om takkan mengeluh lagi karena Tuhan pun takkan pernah kecewakan hambaNya”.
Hemmmm
Heeeemmm, nasihat anak muda yang bijaksana
ahay………….
Anita Cemerlang haderrrrrrrr
Setuju bung, sesuai tag line kita “menulis terus dan terus menulis”.
Jangan cuma mau menulis kalau ada yang baca !
Bila kita bekerja dengan baik, pastilah nanti akan ada hasilnya.
Bila kita menulis di KetikKetik, yakinlah nanti akan banyak pembaca.
Keep Writing, bro
Harus dong Bung Admin
Tak cukup alinea untuk mengatakan indahnya enulis dengan kata ikhlas 😀
“bila kita menulis di ketik – ketik, yakinlah akan banyak pembaca” Promosi cuyyyy….. #eehhhh….. kabooorrrrr ahhhh :ngacir:
wwwwwwwwwwwkkkkkkkkkkkkkkk
Acik..Acik…
heeeemmmm jugaaa…. ngga bisa komen lain selain heeemm..
ehem ehem
gak bisa balas komen ini…
hanya ehem-ku aja yah 😀
Menulis dengan Arahan Tuhan… begitu ya kira kira?
sepertinya begitu 😀
Semoga dengan menulis ini, Mas Bro segera sadar ya ..untung ketemu anak muda
gak juga Bro
Kau dah lama sadar kok
mosok pingsan melulu sih
qiqiqiqi
Setuju tuh dengan nasihat si anak muda. Menulis karena manusia? capeeek deh…dibilang sok pahlawan, dibilang pengganguran…dll
hahahahahaha
Mbak Fey……
Sok pahlawan….pengangguran
kok mereka sewot yeh…:D
kalau saya menulis untuk mencegah amensia my brother…
Hemmmmmmmmmmmm
Itu juga bagus Bang Tjipta 😀
Nasehatnya bijak euy,,
hemmmmmmmmmmmmmmmmmm Imas gitu deh
abang ini menyentil sajah kerjaannya hahaaa
menyentil orang2 yg lupa utk ‘lihat ke dalam diri’ setiap problema
bukan ke sana ke mari, melihat ‘keluar’ nyalahin orang lain
aaah abang ini selalu menginspirasi sajaah 😀
Ndra????
hei hei: Nafas Rantau